LIMA tewas sudah lebih dari cukup sebagai peringatan dihentikannya Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Jika peringatan ini tidak diindahkan, seperti halnya kritik yang bertebaran di media sosial dari masyarakat, bukan mustahil akan jatuh korban lagi, hal yang bisa jadi akan memicu sejumlah dampak lainnya.
Pemerintah, melalui Kementerian Pertahanan membuat program Latsarmil bagi calon manager Koperasi Merah Putih. Tujuannya, menurut Pemerintah, agar tercipta manager yang memiliki disiplin, integritas, dan sikap tegas, hal yang penting bagi seorang manager. Tidak mudah di zaman ini mencari pekerjaan. Karena itu tak heran lowongan menjadi manager ini diserbu para pencari kerja. Mereka yang ingin memperbaiki hidup, mandiri, atau kehidupan membantu orang tua.
Seperti namanya, latihan dasar kemiliteran, maka sejumlah materi latihannya pun jelas seperti halnya latihan kemiliteran yang sesungguhnya. Bangun tidur, mandi, sarapan, istirahat, tidur, semua diatur dengan jam yang ketat dan ditentukan. Tentu ada sanksi jika melanggar karena tujuannya adalah kedisiplinan. Latihan baris berbaris, lari, merupakan hal yang harus dilakukan untuk menciptakan tubuh yang bugar.
Persoalannya para peserta bukanlah pemuda atau mereka yang terbiasa berolahraga. Sejumlah di antaranya bahkan ternyata ada yang hamil -hal yang semestinya tidak boleh ikut latihan seperti ini. Maka dari sini kita bisa melihat ada kecerobohan dalam proses penerimaan mereka yang akan dilatih itu. Dan bisa jadi terdapat sejumlah peserta yang memiliki penyakit akut tak terdeteksi. Lima peserta yang tewas bisa jadi tubuh mereka tak kuat untuk menjalani latihan ini -kendati latihan tersebut tak seberat latihan dasar militer sesungguhnya.
Ironis. Mereka mendaftar untuk mendapat pekerjaaan. Bermimpi mendapat gaji, namun akhirnya menemui ajal. Bisa kita bayangkan betapa duka keluarga mereka: ayah, ibu, atau kakak dan adik. Yang diharapkan membantu keluarga namun datang dalam keranda.
Pemerintah lebih baik menghentikan latihan ini. Kedisiplinan dan ketegasan seorang manager koperasi Merah Putih -koperasi yang pendiriannya pun memantik banyak pro kontra juga cemohan- memang diperlukan. Tapi, tentu ada cara lain bisa dipakai ketimbang memakai latihan ala militer. Pemerintah tak perlu malu untuk menghentikan latihan dasar kemiliteran itu ketimbang akan jatuh korban lagi -mereka yang memburu lowongan menjadi manager itu. [domainhukum.id]
















Komentar