oleh

Opini: Jual Beli Kursi Kedokteran Unsoed

Tingginya ilmu tak sebanding dengan moralitas kali ini kita lihat dalam kasus penangkapan  rektor Universitas Jenderal Soedirman Akhmad Sodiq. Pemilik gelar doktor ini Kamis lalu ditangkap KPK karena diduga menerima suap dalam kaitan penerimaan mahasiswa baru, khususnya fakultas kedokteran di universitas tersebut.

Akhmad tidak sendirian. Bersama dia ditangkap pula dua pembantu rektor. KPK juga memeriksa lebih dari 10 orang lain dalam kasus ini.

Banyaknya yang ditangkap dan diperiksa membuktikan bahwa kejahatan ini tidak berdiri sendiri. Ada semacam “panitia” yang mencari peminat, tawar menawar, dan kemudian menyetor uangnya. Karena itu muncul komentar sinis, Akhmad Sodiq sial karena banyak juga perguruan tinggi melakukan itu.

Sial atau tidak penangkapan ini lagi-lagi membongkar bobrok perguruan tinggi negeri yang tentu saja pembiayaannya juga berasal dari uang rakyat. Ada sekelompok orang yang mencari untung dari para orangtua yang ingin anaknya masuk kedokteran -ya karena fakta memang fakultas kedokteran yang diincar dalam kaitan mengalirnya uang suap itu,

Fakultas kedokteran memang fakultas favorit. Bisa jadi itu karena adanya stigma mereka yang kuliah di sini akan cepat kaya dan untuk masuk kuliah di fakultas ini tak cukup Anda pintar, tapi perlu dana besar. Di perguruan tinggi swasta uang masuk fakultas ini bisa mencapai miliar rupiah. Ya, sebuah fakultas yang seakan-akan jalan cepat untuk kaya -kendati di lapangan tidak senyatanya demikian.

Kita tidak bisa membiarkan korupsi sekecil apa pun terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru ini. Sudah saatnya KPK membuka pos pengaduan sehingga bisa saja banyak informasi seputar uang suap di perguruan tinggi selain Unsoed. Dengan demikian yang sial tidak hanya Akhmad Sodiq juga mereka yang benar-benar menggunakan kekuasaan untuk mengeruk duit dari para calon mahasiswa. (LRB – domainhukum.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed