Palangkaraya – Penggerebekan bandar narkoba jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, memakan sejumlah korban, seorang polisi dan seorang warga tewas, dan dua polisi hilang di sungai. Peristiwa Kamis, 2 Juli ini, menjadi perhatian besar publik, khususnya di Kalimantan Tengah.
Menurut Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono peristiwa ini terjadi ketika polisi akan melakukan penangkapan seorang bandar narkoba berinitial BIO. Berangkat sekitar pukul sembilan malam, rombongan tiba di Tumbang Kalemei sekitar pukul dua belas malam Dari berbagai informasi, disebutkan ketika itu tim polisi yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Katingan membagi rombongan dua kelompok. Kelompok pertama menuju rumah tersangka, kelompok kedua melakukan penjagaan di tempat lain.
Tim pertama yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Katingan mendatangi rumah BIO. Saat berada di rumah itulah, ketika akan melakukan penangkapan, muncul sejumlah orang melakukan perlawanan. Di antara mereka, ada yang membawa parang dan berupaya menyerang petugas.
Karena terancam, polisi, yang telah memberi peringatan tapi tidak digubris, kemudian melakukan penembakan yang mengakibatkan tewasnya sang penyerang. Keributan itu memancing puluhan orang di sekitar rumah tersebut yang berdatangan membawa berbagai senjata. Merasa terancam polisi pun memilih mundur dan sejumlah di antaranya terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju sebuah daratan di tengah sungai.
Para penyerang terus melakukan pengejaran dan mengepung pada polisi yang terjebak di tengah sungai. Tiga polisi berupaya menyelamatkan diri, berenang. Namun belakangan diketahui satu tewas dan dua hilang. Mereka, yang tewas, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan yang hilangseju Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana. [sip]



















Komentar